Skip to main content

Per CVT Motor Matic Panjang vs Pendek, Mana yang Lebih Oke?

perbedaan per cvt panjang vs pendek

Lalu, manakah yang harus Anda pilih? Per CVT panjangkah yang memberikan tarikan lebih responsif? Atau per CVT pendek yang menghasilkan capaian top speed lebih tinggi?

Fungsi dan Peran Pakai CVT Panjang dan Pendek

Secara umum, CVT panjang dan pendek memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu mentransmisikan daya dari mesin ke roda sepeda motor. Namun, keduanya memiliki karakteristik berbeda yang mempengaruhi performa motor.

1. CVT Panjang

CVT panjang dirancang dengan dimensi sliding sheave atau puli belakang dan belt yang lebih besar. Hal ini memberikan rasio perbandingan gigi yang lebih luas, sehingga efek torsi mesin bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Akibatnya, CVT panjang memiliki daya dorong yang lebih besar pada putaran mesin bawah dan menengah. Tarikan gas terasa lebih responsif saat motor digas di putaran rendah. Namun, di putaran tinggi cenderung kurang bertenaga dan top speed sedikit berkurang.

CVT panjang juga lebih cocok digunakan di jalan mulus karena belt yang panjang rentan terhadap getaran, terutama pada Yamaha 150 cc.

1. CVT Pendek

Sebaliknya, CVT pendek menggunakan komponen transmisi yang lebih kecil dan ringkas. CVT jenis ini lebih stabil digunakan di medan jalan tidak rata atau off-road.

Daya dorong CVT pendek tidak sebesar CVT panjang, sehingga torsi di putaran bawah kurang maksimal. Namun, di putaran tinggi tenaga mesin bisa dimanfaatkan lebih optimal hingga kecepatan puncak.

Perbedaan Karakteristik Per CVT Panjang VS Pendek

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan per CVT panjang dan CVT pendek:

1. Per CVT Panjang

Kelebihan:

  • Dengan pakai per CVT, Torsi dan akselerasi lebih besar di putaran mesin bawah.
  • Tarikan gas terasa lebih responsif
  • Performa lebih bertenaga untuk kebutuhan sehari-hari

Kekurangan:

  • Top speed sedikit berkurang
  • Kurang nyaman digunakan di jalan tidak rata
  • Perawatan lebih rumit dan mahal b

2. Per CVT Pendek

Kelebihan:

  • Lebih stabil saat melintas di jalan tidak rata
  • Top speed dan tenaga mesin tetap terjaga
  • Perawatan lebih mudah dan murah

Kekurangan:

  • Torsi dan akselerasi kurang responsif
  • Performa kurang bertenaga dibanding CVT panjang

Jadi, CVT panjang lebih unggul dalam hal tarikan dan akselerasi, sedangkan CVT pendek menjaga kestabilan mesin dan top speed lebih baik.

Pengaruh Terhadap Performa Motor

Secara keseluruhan, jenis CVT yang dipakai pada motor matic berpengaruh terhadap performa dan karakteristik tarikan sepeda motor:

  • CVT panjang mampu meningkatkan torsi dan akselerasi di putaran bawah, namun sedikit mengurangi top speed maksimal.
  • CVT pendek lebih menjaga kestabilan putaran mesin dan kecepatan puncak, namun kurang responsif saat akselerasi dari putaran rendah.

Jadi pemilihan CVT panjang atau pendek harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pengendaraan motor matic tersebut.

Faktor Pemilihan Per CVT Panjang atau Pendek

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih per CVT panjang atau pendek antara lain:

1. Kebutuhan berkendara

Pilih dan pakai per CVT panjang jika sering melakukan perjalanan jarak dekat dengan kebutuhan akselerasi tinggi. Pilih per CVT pendek jika sering touring jauh agar perjalanan lebih nyaman.

2. Tipe dan kapasitas mesin

Motor matic berkapasitas 150cc ke atas cocok menggunakan per CVT panjang agar performanya lebih optimal. Sementara motor matic 125cc ke bawah lebih cocok per CVT pendek.

3. Kondisi motor

Untuk motor matic baru, sebaiknya gunakan per CVT dengan spesifikasi standar pabrik. Sedangkan motor matic bekas bisa mengganti per CVT sesuai kebutuhan.

Nah, itu dia perbandingan antara per CVT panjang dan pendek beserta kelebihan masing-masing jenis. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi bagi Anda di bengkel dalam memilih dan menggunakan per CVT yang paling sesuai untuk motor matic.

Harga Motor

Harga Yamaha Lexi

Rp22,84 – Rp 28,49 Juta

Harga Yamaha Aerox 155 Connected

Rp24,8 Juta – Rp30,85 Juta

Harga Yamaha All New NMAX

Rp28,94 Juta – Rp35,75 Juta