Efek Ganti Per CVT 1500 RPM Pada Motor Matic: Ngebut atau Ngepos?
Mau motor matic kesayangan punya akselerasi yang lebih cepat dan responsif? Salah satu cara populer yang banyak dilakukan adalah dengan upgrade per sentrifugal atau yang biasa disebut per kampas ganda ke yang lebih keras, misalnya ke 1.500 rpm.
Tapi tahukah Anda bahwa tanpa persiapan yang tepat, seperti bantuan bengkel profesional, upgrade per CVT ke 1500 rpm atau bahkan 2000 rpm bisa justru berdampak negatif dan merugikan?
Ya, meski terdengar menggiurkan, ternyata mengganti per CVT dengan yang 1500 RPM tanpa dibarengi upgrade komponen CVT motor matic dan mesin lainnya bisa membuat tarikan awal jadi lebih berat, boros bahan bakar, resiko kerusakan meningkat, dan umur komponen CVT jadi lebih pendek.
Lantas bagaimana cara melakukan upgrade per CVT 1500 RPM yang benar? Apa saja yang perlu dipersiapkan agar mendapatkan manfaat positif berupa akselerasi yang lebih cepat tanpa efek samping yang merugikan? Yuk simak artikel lengkapnya berikut ini!
Apa itu Per CVT 1500 RPM
Per cvt 1500 rpm adalah istilah yang mengacu pada tingkat kekerasan pegas pada motor matic.
Angka 1500 rpm menunjukkan bahwa per tersebut akan mulai mengembang atau “mekar” saat putaran mesin mencapai 1500 rpm. Efeknya pasang per cvt, semakin tinggi angka rpm-nya, maka semakin keras per sentrifugal tersebut.
Mengapa Harus Upgrade ?
Standar pabrik, umumnya motor matic menggunakan per cvt dengan RPM rendah, misalnya 1000-1200 RPM, namun di beberapa bengkel yang menjual part aftermarket juga menyediakan beberapa pilihan untuk mengupgrade ke 1500. Ini bertujuan agar akselerasi awal tidak terlalu tiba-tiba dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Bagi pemilik motor matik yang menginginkan akselerasi lebih cepat dan responsif, maka upgrade per cvt ke yang lebih keras dan RPM lebih tinggi menjadi pilihan, misalnya ke 1500 RPM.
Apa Saja Efek Ganti Per CVT Motor Matic dengan 1500 RPM?
Meski terdengar menggiurkan, tapi ternyata upgrade per CVT motor matic ke 1500RPM tanpa persiapan yang matang justru bisa memiliki efek negatif seperti:
1. Tarikan Awal Jadi Lebih Berat
Karena per sentrifugal 1500 RPM lebih keras dari standar pabrik, maka diperlukan usaha yang lebih besar dari mesin untuk membuka sliding sheave CVT nya. Akibatnya tarikan motor awal atau akselerasi dari stasioner bisa terasa lebih berat.
2. Boros Bahan Bakar
Efek samping dari mesin yang harus bekerja lebih keras dengan cvt lebih keras adalah konsumsi bahan bakar yang meningkat. Dengan per CVT 1500 RPM, mesin matic bisa jadi lebih boros dibanding sebelumnya.
3. Resiko Kerusakan Meningkat
Beberapa komponen CVT seperti v-belt dan roller bisa lebih mudah aus karena harus bekerja ekstra keras untuk membuka puli belakang CVT.
Selain itu resiko putusnya v-belt juga meningkat jika menggunakan cvt lebih keras atau pasang per cvt dengan rasio yang tidak pas. Getaran pada CVT bisa muncul jika per terlalu keras tidak sesuai kondisi mesin.
4. Umur Komponen CVT Berkurang
Mesin dan komponen CVT dipaksa bekerja di luar spesifikasi normalnya, maka sudah dipastikan umur komponen CVT akan lebih pendek.Butuh perawatan yang lebih rutin dan penggantian komponen yang lebih cepat.
Jadi secara umum, tanpa persiapan yang matang, upgrade per CVT ke 1500 RPM bisa berdampak negatif dan justru menurunkan performa motor matic.
Bagaimana Cara Mendapatkan Manfaat Positif dari Per CVT 1500 RPM?
Lantas apakah upgrade per CVT ke 1500 RPM atau 2000 RPM selalu berdampak negatif? Jawabannya tentu tidak. Dengan persiapan yang tepat, kita bisa mendapatkan manfaat positif berupa akselerasi yang lebih cepat dan responsif:
1. Upgrade Mesin dan Komponen CVT Lainnya
Jangan ubah per CVT nya saja. Pastikan juga melakukan upgrade pada mesin itu sendiri (bore up, stroker, porting polishing) agar bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang cukup guna membuka secondary sliding sheave CVT 1500 RPM.
Komponen CVT lainnya seperti kopling juga perlu diperhatikan agar mampu menahan torsi dan RPM yang lebih tinggi.
2. Pakai Roller yang Sesuai
Roller juga memegang peranan besar dalam menentukan seberapa ringan atau berat tarikan awal motor setelah upgrade per CVT 1500 RPM.
3. Rutin Melakukan Perawatan Berkala
Dengan mesin dan komponen CVT yang bekerja di luar spesifikasi normalnya, maka diperlukan perawatan dan penggantian komponen secara berkala agar performa tetap prima dan umur mesin tetap panjang.
Pilihan Roller untuk Per CVT 1500 RPM
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, roller memainkan peranan cukup besar dalam menentukan karakteristik tarikan setelah upgrade per CVT.
Berikut beberapa pilihan roller dan efeknya:
1. Roller 13-14 gram
Ini adalah standar pabrik yang paling umum digunakan. Bila upgrade per CVT 1500 RPM tanpa modifikasi apapun pada mesin, disarankan gunakan roller 13-14 gram saja agar tarikan awal tidak terlalu berat.
2. Roller 12 gram
Memberikan tarikan sedikit lebih ringan dibanding 13-14 gram ketika menggunakan cvt bawaan, namun fungsi cvt terlalu keras memiliki resiko aus lebih cepat.
3. Roller 11 gram
Cocok untuk mesin yang sudah dimodifikasi. Tarikan awal akan terasa agak ringan, tapi resiko aus dan putus v-belt juga lebih tinggi jika upgrade ke 1500 atau 2.000 rpm.
4. Roller 10 gram
Hanya disarankan jika upgrade mesin dan komponen CVT sangat menyeluruh. Sebab resiko kerusakan pada roller dan v-belt sangat tinggi. Perawatan harus ekstra rutin, terutama jika melakukan upgrade per CVT ke tingkat kekerasan 1500 rpm atau 2000 rpm.
Beberapa tips lainnya dalam pemilihan roller:
- Selalu gunakan 6 roller dengan bobot sama agar beban merata.
- Hindari mengkombinasikan roller ringan & berat ketika pakai per CVT karena bisa cepat aus.
- Rutin periksa kondisi roller dan v-belt, ganti segera bila aus atau retak.
Jadi intinya, roller 11-14 gram paling aman untuk upgrade per CVT 1500 RPM. Semakin ringan roller yang dipilih oleh pengguna motor matic, semakin tinggi resiko kerusakannya, apalagi jika menggunakan cvt yang terlalu keras.
Dibutuhkan pertimbangan matang dan persiapan merawat komponen CVT lebih rutin.
Harga Motor
Harga Yamaha Lexi
Harga Yamaha Aerox 155 Connected
Harga Yamaha All New NMAX
Artikel Terkait
-
Cara Mengatasi Idle Tidak Stabil pada Aerox 155 -
Kunci Perawatan Motor Aerox 155 agar Awet Dipakai Sehari-hari -
Masalah Umum dan Solusinya Motor Aerox Tidak Bisa Distarter -
5 Rekomendasi Roller CVT 2000 RPM Terbaik -
Merk Per CVT Motor Matic Terbaik, Lengkap Pilihan Ukurannya -
6 Ciri Per CVT Motor Matic Mulai Lemah, Waspadai! -
Per CVT Motor Matic Panjang vs Pendek, Mana yang Lebih Oke? -
Biru, Kuning, Merah: Arti Warna Per CVT Motor Matic -
Awas, Jangan Sampai Lewatkan Ciri Noken As Rusak Ini -
Panduan Cara Baca Angka Dial Noken As untuk Pemula


