Skip to main content

6 Ciri Per CVT Motor Matic Mulai Lemah, Waspadai!

ciri per cvt lemah

Sayangnya, seiring pemakaian, performa per CVT bisa mengalami penurunan akibat keausan. Per CVT yang mulai melemah tentu berdampak buruk bagi performa dan kenyamanan berkendara motor matic.

Mari kita bahas lebih lengkap ciri-ciri per CVT motor yang mulai lemah atau loyo.

Ciri Per CVT Motor Matic yang Mulai Lemah

Berikut ini adalah ciri-ciri per CVT mulai lemah pada motor matic:

1. Tarikan Motor Menurun

Ciri paling jelas per CVT melemah adalah tarikan atau akselerasi motor yang menurun atau lemot. Saat gas dibuka lebar untuk menambah kecepatan, motor terasa berat dan sulit diajak melaju.

2. Muncul Getaran pada Area CVT

Getaran halus sampai kasar bisa terasa pada area CVT ketika motor idle atau saat melaju pelan. Getaran menandakan gigi atau komponen dalam CVT sudah aus.

3. Per CVT Terasa Kurang Keras Saat Disentuh

Per CVT yang sehat akan terasa sangat keras dan kokoh saat disentuh atau ditekan. Jika terasa agak lunak, bisa jadi per CVT sudah mulai longgar atau aus, dan ini adalah tanda mesin mulai melemah seiring waktu.

4. Akselerasi Motor Menjadi Tersendat

Saat melaju dari kecepatan rendah, kenaikan kecepatan motor akan terasa tidak mulus. Akselerasi seperti tersendat karena terhambat CVT yang sudah aus.

5. Motor Boros Bahan Bakar

Mesin bekerja lebih keras untuk mengatasi hambatan dari CVT yang aus. Akibatnya konsumsi bahan bakar motor jadi lebih boros.

6. Motor Berisik

Suara berisik dari area CVT bisa terdengar, tanda ada gigi atau komponen yang sudah aus dan longgar. Semakin lama, suara berisik ini semakin jelas terdengar.

Penyebab Utama Per CVT Melemah

Mengapa per CVT bisa mengalami keausan dan performanya menurun? Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Sudah Melampaui Batas Pemakaian

Sama seperti komponen lain, per CVT memiliki batas usia pakai. Jika terlalu lama digunakan tanpa perawatan, keausan material tak bisa dihindari. Umur pakai CVT motorboldlink matic rata-rata 4-6 tahun.

2. Sering Dikendarai Kasar

Gaya mengemudi yang ugal-ugalan seperti sering tancap gas, ngerem mendadak, atau bawa beban berlebih bisa mempercepat ausnya per CVT. CVT jadi lebih cepat melemah.

3. Kurang Perawatan Berkala

Tanpa perawatan berkala seperti penggantian oli transmisi dan komponen habis pakai, performa CVT juga bisa menurun. Kotoran dan partikel logam di dalam oli bisa mengikis dan merusak komponen CVT.

Dampak Buruk Per CVT Melemah yang Harus Diwaspadai

Jika membiarkan per CVT motor dalam kondisi mulai melemah, berikut efek atau dampak buruk yang bisa terjadi:

1. Kampas Kopling Cepat Aus

Akibat tekanan berlebih dari CVT yang aus, kampas kopling jadi lebih sering terbuka. Alhasil, kampas cepat aus dan harus diganti di bengkel.

2. Baut Pengunci Kampas Putus

Baut pengunci pada kampas berfungsi menjaga kampas tetap pada posisinya, sehingga motor tidak loyo. Jika per CVT aus, tekanan pada kampas jadi berlebih sehingga baut putus.

3. Performa Motor Menurun

Daya dan torsi mesin yang seharusnya tersalur ke roda jadi berkurang, sehingga tarikan atau tenaga motor berkurang, terutama pada rpm rendah. Akselerasi dan kecepatan maksimal motor ikut menurun.

4. Mesin Cepat Panas

Gesekan dan friksi berlebih di dalam CVT yang aus membuat mesin bekerja lebih keras dan cepat panas, mengakibatkan speed motor berkurang. Suhu mesin bisa melebihi batas normal.

5. Konsumsi Bahan Bakar Memboros

Untuk menghasilkan tenaga yang sama, mesin harus bekerja lebih keras melawan hambatan CVT yang aus. Akibatnya konsumsi bahan bakar jadi boros.

Itulah sejumlah dampak buruk jika membiarkan per CVT motor mulai melemah akibat aus, termasuk tarikan atau tenaga motor berkurang.

Maka dari itu, lakukan perawatan berkala dan segera ganti CVT jika memang sudah melewati batas aman pemakaiannya agar performa motor tetap prima.

Harga Motor

Harga Yamaha Lexi

Rp22,84 – Rp 28,49 Juta

Harga Yamaha Aerox 155 Connected

Rp24,8 Juta – Rp30,85 Juta

Harga Yamaha All New NMAX

Rp28,94 Juta – Rp35,75 Juta