Skip to main content

Yuk Pahami, LSA Noken As dan Dampaknya bagi Performa Mesin

lsa noken as

Nilai LSA yang berbeda akan menghasilkan performa mesin, termasuk power, yang berbeda pula. LSA yang terlalu sempit atau terlalu lebar bisa membuat performa mesin standar atau motor racing tidak optimal.

Lantas, bagaimana rumus mencari nilai LSA yang ideal itu? Apa saja faktor in dan ex yang mempengaruhinya? Bagaimana pengaruh angka LSA tersebut terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan karakteristik mesin motor secara keseluruhan? 

Pengertian LSA Noken As

LSA atau Lobe Separation Angle adalah sudut yang terbentuk antara titik tertinggi (peak) dari cam intake lobe dan titik tertinggi dari cam exhaust lobe pada poros noken as dalam silinder. LSA diukur dalam satuan derajat oleh mekanik.

LSA menentukan seberapa lebar rentang waktu antara saat katup hisap terbuka hingga katup buang tertutup, yang berdampak pada tingkat kompresi dalam silinder.

Semakin lebar LSA, semakin panjang rentang waktunya untuk gerakan piston. Begitu juga sebaliknya, semakin sempit angka LSA maka semakin pendek rentang waktu antara klep hisap di motor terbuka hingga klep buang menutup.

Fungsi LSA Noken As

LSA berperan penting dalam menentukan karakteristik dan performa mesin kendaraan. Beberapa fungsi utama dari LSA antara lain:

  • Mempengaruhi waktu bukaan katup hisap dan buang
  • Mengatur lamanya durasi overlap, yaitu saat kedua katup terbuka bersamaan
  • Mempengaruhi efisiensi volumetrik mesin
  • Mempengaruhi torsi dan daya mesin
  • Mempengaruhi konsumsi bahan bakar
  • Mempengaruhi emisi gas buang

Dengan mengubah nilai LSA pada noken as, karakteristik mesin bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalnya untuk meningkatkan performa mesin balap, biasanya digunakan LSA yang lebih lebar agar torsi lebih besar di putaran mesin tinggi.

Standar Nilai LSA Noken As

Nilai LSA standar pada kebanyakan mesin kendaraan berkisar antara 100-115 derajat. Namun, nilai ini bisa bervariasi tergantung desain dan spesifikasi mesin. Nilai standar ini umumnya ditetapkan pabrikan agar mesin bekerja optimal dalam kondisi standar.

Faktor yang Mempengaruhi Nilai LSA

Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai LSA pada sebuah mesin antara lain:

1. Desain Mesin

Mesin dengan desain dan konfigurasi berbeda memiliki nilai LSA berbeda untuk performa optimal. Misalnya mesin V, Boxer, dan Inline memiliki nilai LSA standar yang berbeda.

2. Putaran Maksimal Mesin

Semakin tinggi putaran maksimal yang ditargetkan, biasanya nilai LSA juga semakin lebar agar performa lebih optimal di putaran tinggi.

3. Bahan Bakar

Jenis bahan bakar yang digunakan mempengaruhi nilai LSA yang optimal. Misalnya mesin bensin dan diesel memiliki nilai LSA berbeda.

4. Durasi Kem

Durasi kem atau waktu bukaan katup juga mempengaruhi LSA. Jika durasi kem besar, umumnya LSA juga ditetapkan lebih lebar.

Pengaruh LSA Terhadap Performa Mesin

LSA berpengaruh besar terhadap karakteristik dan performa mesin. Berikut pengaruh utama dari nilai LSA:

1. Torsi dan Daya

LSA yang lebih lebar umumnya menghasilkan torsi dan daya lebih besar pada putaran mesin tinggi, namun torsi lebih rendah di putaran rendah.

2. Konsumsi Bahan Bakar

LSA yang terlalu sempit atau terlalu lebar dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. LSA optimal diperlukan agar efisiensi pembakaran maksimal.

3. Emisi Gas Buang

Emisi gas buang seperti HC dan CO dipengaruhi oleh nilai LSA. Nilai LSA yang tidak tepat menyebabkan pembakaran tidak sempurna sehingga emisi meningkat.

4. Suara Mesin

Dengan mengubah LSA, suara mesin juga ikut berubah. LSA yang lebih lebar membuat mesin menghasilkan suara yang lebih keras.

5. Awalan Mesin

Awalan mesin saat start terkadang dipengaruhi LSA camshaft. Jika terlalu ekstrim, mesin bisa sulit distarter.

Cara Mengukur Dan Menghitung LSA

Untuk mengetahui nilai LSA pada noken as, bisa dilakukan pengukuran secara manual atau perhitungan berdasarkan spesifikasi durasi bukaan katup.

Pengukuran Manual

Pengukuran LSA secara manual dilakukan dengan menggunakan jangka sorong pada camshaft. Ukur jarak antara puncak lobe intake dan puncak lobe exhaust dalam satuan derajat.

Perhitungan Berdasarkan Durasi

Cara lain adalah dengan menghitung LSA berdasarkan durasi bukaan katup intake dan exhaust yang diketahui.

Rumusnya adalah:

LSA = (Durasi Exhaust + Durasi Overlap) / 2 + 180 derajat

Keterangan:

  • Durasi Exhaust: durasi bukaan katup buang dalam derajat
  • Durasi Overlap: lamanya kedua katup terbuka bersamaan dalam derajat

Pengaruh LSA Terhadap Karakter Mesin

LSA tidak hanya berpengaruh terhadap performa, tapi juga karakteristik mesin secara keseluruhan.

Berikut penjelasannya:

1. LSA Sempit

LSA di bawah 105 derajat termasuk sempit. Karakter mesinnya biasanya:

  • Torsi besar di RPM rendah
  • Tenaga puncak berada di RPM menengah
  • Respons gas buruk
  • Cocok untuk trek dengan tikungan tajam

2. LSA Standar

LSA standar umumnya 105-115 derajat. Karakter mesinnya biasanya:

  • Torsi cukup besar di seluruh rentang RPM
  • Tenaga puncak berada di RPM tinggi
  • Respons gas lumayan baik
  • Cocok untuk trek apa saja

3. LSA Lebar

LSA di atas 115 derajat termasuk lebar dengan karakteristik:

  • Torsi kecil di RPM rendah
  • Tenaga maksimal di RPM sangat tinggi
  • Respons gas bagus
  • Cocok untuk trek lurus dengan tikungan longgar

Harga Motor

Harga Yamaha Lexi

Rp22,84 – Rp 28,49 Juta

Harga Yamaha Aerox 155 Connected

Rp24,8 Juta – Rp30,85 Juta

Harga Yamaha All New NMAX

Rp28,94 Juta – Rp35,75 Juta